Penelitian ini dilakukan oleh Alifah Aulia Magfirah untuk merekam pengalaman perempuan Gorontalo dalam praktik mongubingo (khitan perempuan) melalui pendekatan autoetnografi. Penelitian menggali konstruksi sosial terhadap perempuan yang dibentuk melalui tradisi khitan, serta dinamika wacana agama, budaya, kesehatan, dan gender yang melanggengkan praktik tersebut. Dengan melibatkan pengalaman pribadi peneliti dan wawancara dengan perempuan Gorontalo, hasil studi ini mengungkap bahwa praktik mongubingo sarat dengan nilai kontrol sosial terhadap tubuh perempuan, berakar dari relasi kuasa budaya-agama, dan terus dipertahankan meski ada resistansi kecil dari sebagian perempuan muda. Analisis dilakukan dalam kerangka feminisme pascakolonial untuk memahami kompleksitas pengalaman dan potensi perubahan.




