Dokumen ini membahas pentingnya partisipasi bermakna dan inklusif dari orang muda dalam pembangunan, khususnya dalam isu pencegahan perkawinan anak dan peningkatan kualitas remaja menuju Indonesia Emas 2045. Melalui hasil diskusi dan observasi di Garut, Jember, dan Lombok Timur, ditemukan bahwa partisipasi orang muda masih sering bersifat simbolis. Oleh karena itu, paper ini menawarkan rekomendasi strategis seperti peningkatan kapasitas, intervensi digital, serta alat ukur partisipasi (MYP Checklist) untuk mendorong kemitraan setara antara orang muda dan orang dewasa dalam pengambilan kebijakan.



