Pendekatan Transformatif Gender

Pendekatan Transformatif Gender - Rutgers Indonesia

Pendekatan transformatif gender Rutgers mengkaji, mempertanyakan, dan mengubah norma gender dan seksual yang kaku serta ketidakseimbangan kekuatan yang mendasarinya, dengan tujuan untuk meningkatkan hak seksual dan reproduksi kaum muda secara inklusif.

Bidan Esty, Si Garda Terdepan Pencegahan Perkawinan Anak

Nama saya Esty Prihatini, namun orang-orang terdekat saya biasa memanggil saya Esty atau Bidan Esty. Saya berusia 42 tahun dan saat ini bertempat tinggal di Dusun Al-Abror, Desa Jakem Timur, Kecamatan Lembar. Sehari-harinya saya bertugas sebagai bidan untuk Puskesmas Jakem (Jembatan Kembar). Saya sudah mengenal Program Yes I Do dari tahun 2017 dan sangat senang […]

Syarifah: Suara Perubahan Ulama Perempuan Muda dari Pesantren Indramayu

Syarifah tumbuh di lingkungan pesantren yang tenang dan religius di Indramayu. Sejak kecil, ia terbiasa hidup dalam aturan-aturan ketat yang seringkali dianggap suci dan tak boleh diganggu gugat. Dunia di sekelilingnya seolah aman. Tapi di balik dinding-dinding kayu pesantren dan kitab-kitab kuning, realitas berbicara lain. “Aku tadinya pikir mondok itu tempat yang aman. Tapi ternyata […]

Perjalanan Ibu Komariah Mengubah Wajah Pendidikan Kespro di Indramayu

Di tengah semilir angin pesisir utara Jawa, di Kabupaten Indramayu yang khas dengan aroma laut dan kesederhanaannya, sebuah sekolah negeri berdiri tegak membawa semangat baru, SMP Negeri 2 Indramayu. Di balik perubahan besar yang tengah bergulir di sekolah ini, berdiri seorang pemimpin pendidikan yang tak kenal lelah: Ibu Komariah, kepala sekolah yang kini menjadi inspirasi […]

Agni: Perempuan Muda Penggerak di Desa Sindang

Di sebuah desa kecil bernama Sindang, yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, seorang perempuan muda bernama Agni menorehkan jejak perubahan. Indramayu dikenal sebagai wilayah dengan tantangan sosial yang kompleks, terutama bagi remaja perempuan: akses informasi terbatas, layanan kesehatan yang kurang ramah anak muda, dan kuatnya norma sosial yang membatasi peran aktif perempuan. Namun, dari […]

Lalu Wirtabe: Kepala Adat yang Menolak Praktik Perkawinan Anak

Di kaki perbukitan Desa Pengengat, Lombok Tengah, angin membawa suara dari seorang tokoh yang tak hanya menjaga warisan adat, tetapi juga menata ulang nilainya demi masa depan anak-anak desanya. Ia adalah Lalu Wirtabe, Ketua Lembaga Adat Desa Pengengat, seorang pemimpin adat yang tak tinggal diam ketika melihat anak-anak putus sekolah dan menikah di usia belia. […]

Pak Alpin: Kepala Desa Pendukung Masa Depan Orang Muda

Ketika Pak Alpin pertama kali menjabat sebagai Kepala Desa Tugu di Langkat, ia memiliki visi yang jelas: membangun desa secara fisik, meningkatkan infrastruktur, dan memastikan kehidupan warganya lebih nyaman. Sebelum menjadi kepala desa, ia adalah seorang pengusaha yang sukses, dengan usaha yang membuatnya cukup mapan secara finansial. Namun, ketika ia kembali ke kampung halaman dan […]

Perjalanan Qomar Bersama CIKAL

Qomarun tidak pernah membayangkan dirinya akan terlibat dalam isu-isu yang dianggap tabu oleh masyarakatnya. Sebagai mahasiswa Ekonomi Pembangunan di Universitas Pembangunan Pancabudi, ia lebih dikenal sebagai seorang freelance MC, sering membawakan acara pernikahan atau event-event besar. Hidupnya berjalan seperti biasa, hingga suatu hari, kepala lingkungan di desanya menghubunginya untuk ikut serta dalam sebuah diskusi mengenai […]

Pak Sumanto dan Sari: Dari Ragu Menjadi Restu

Pak Sumanto, seorang ayah sederhana yang bekerja sebagai satpam, awalnya tidak mengerti mengapa putrinya, Sari, begitu tertarik pada program CIKAL. Ketika pertama kali mendengar bahwa anaknya akan terlibat dalam isu-isu kesehatan seksual dan reproduksi, pikirannya penuh dengan pertanyaan dan kekhawatiran. Bagaimana mungkin seorang remaja perempuan membahas hal-hal yang selama ini dianggap tabu? Apa manfaatnya? Apakah […]

Eva: Dari Penyintas Menjadi Penggerak Keadilan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

“Laksana pohon ek tua yang mengakar kuat di bumi, menumbuhkan cabang-cabang yang menjulang ke langit.” Dalam dunia yang masih bergulat dengan persoalan kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS), ada individu-individu yang bangkit dari luka dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk membawa perubahan. Eva, adalah salah satunya. Di usia 26 tahun, ia menjadi penyintas sekaligus penggerak yang […]

Wayang Botol: Ketika Anak Desa di Loteng Bersuara Lewat Budaya

Aku bukan sekadar botol plastik bekas. Namaku sekarang Wayang Botol, dan aku kini jadi suara perubahan.  Aku lahir dari tangan-tangan anak desa di Lombok Tengah—anak-anak yang dulu nyaris tak terdengar, kini menjadi pelopor gerakan pencegahan perkawinan anak melalui seni dan budaya. Semuanya dimulai pada 2022, ketika suara anak desa mulai dikumpulkan melalui Forum Anak Desa […]