Policy brief ini membahas tantangan implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Temuan riset menunjukkan masih terbatasnya peran institusi agama dan keluarga dalam penyampaian PKRS, serta ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta. Edukasi seksual masih dianggap tabu, padahal penting untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan dan kekerasan seksual. Brief ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi PKRS ke sekolah, institusi agama, dan orang tua, serta advokasi kebijakan bersama pemerintah untuk memperkuat PKRS secara holistik.



