Mataram, 19–20 September 2026 — Dalam rangka persiapan peluncuran program Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan, Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) dengan dukungan The Asia Foundation melalui Let’s Read menggelar pelatihan intensif selama dua hari bagi para kader Posyandu.
Program Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan merupakan inisiatif yang bertujuan memanfaatkan waktu tunggu di Posyandu menjadi ruang edukasi interaktif bagi pengasuh dan anak-anak. Melalui penyediaan sarana Pojok Baca serta Lembar Belajar (Learning Sheet), program ini berfokus pada peningkatan literasi anak sejak dini sekaligus penguatan kapasitas pengasuh dalam mengelola keuangan keluarga dan perawatan diri.
Pelatihan kader ini menjadi langkah krusial dalam fase persiapan sebelum program resmi diimplementasikan pada 20 Posyandu di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Kader Posyandu memegang peran kunci sebagai pengguna pendukung yang bertugas memfasilitasi penjelasan materi, memandu refleksi dan latihan sederhana, serta mengarahkan pengasuh ke layanan rujukan tepercaya jika menghadapi masalah di luar batas kemampuan dan kewenangan kader.
Membekali Kader Literasi Keuangan hingga Pengelolaan Emosi
Selama pelatihan, para kader mendapatkan materi intensif dari para ahli untuk memandu penggunaan lembar belajar bagi para pengasuh. Pada topik literasi keuangan, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Bapak Tama, kader belajar cara mendampingi pengasuh menyusun skala prioritas pengeluaran, mewaspadai risiko pinjaman ilegal, serta menjaga keamanan data pribadi seperti kode OTP, PIN, dan KTP.
Sementara itu, pada aspek kesehatan mental dan perawatan diri pengasuh, kader belajar bersama Bapak Haryo Widodo, Psikolog Klinis dari UPTD PPA Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mengenali tanda-tanda kelelahan pengasuhan (parental burnout). Kader juga dibekali teknik regulasi emosi Berhenti Sebentar – Pastikan Aman – Kembali Komunikasi guna membantu pengasuh menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan tenang.
Membekali Kader Literasi Keuangan hingga Pengelolaan Emosi
Selama pelatihan, para kader mendapatkan materi intensif dari para ahli untuk memandu penggunaan lembar belajar bagi para pengasuh. Pada topik literasi keuangan, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Bapak Tama, kader belajar cara mendampingi pengasuh menyusun skala prioritas pengeluaran, mewaspadai risiko pinjaman ilegal, serta menjaga keamanan data pribadi seperti kode OTP, PIN, dan KTP.
Sementara itu, pada aspek kesehatan mental dan perawatan diri pengasuh, kader belajar bersama Bapak Haryo Widodo, Psikolog Klinis dari UPTD PPA Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mengenali tanda-tanda kelelahan pengasuhan (parental burnout). Kader juga dibekali teknik regulasi emosi Berhenti Sebentar – Pastikan Aman – Kembali Komunikasi guna membantu pengasuh menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan tenang.
Mengasah Keterampilan Membaca Nyaring
Guna meningkatkan literasi dan membaca sejak dini, kader dibekali sesi praktis membaca nyaring (Read Aloud) oleh YGSI bekerjasama dengan Lombok Read Aloud (LoRA). Kader dipersiapkan untuk menstimulasi perkembangan otak dan minat baca anak sejak dini lewat keterampilan teknis yang komprehensif, mulai dari mengulas sampul buku, mengenalkan penulis, hingga mengolah intonasi suara dan mimik wajah dengan ekspresif.
Selain itu, kader dilatih menerapkan teknik membaca dialogis dengan mengajukan pertanyaan interaktif selama 5–15 menit, lalu mengakhirinya dengan mengajak anak menceritakan kembali bagian favorit mereka. Pelatihan ini menekankan bahwa aktivitas membaca di Posyandu hendaknya berlangsung secara fleksibel dan menyenangkan, sehingga kader dapat memberikan contoh nyata kepada para pengasuh agar kebiasaan membacakan buku secara rutin dapat diteruskan di rumah bersama keluarga.
Membangun Sinergi dan Rasa Percaya Diri Kader
Rangkaian pelatihan selama dua hari ini tidak hanya membekali kader dengan pengetahuan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Melalui diskusi dan latihan bersama, para kader dapat saling mengenal lebih dekat, bertukar pengalaman, serta membangun kerja sama yang lebih erat antarsesama kader posyandu.
Penguatan kapasitas kader ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung SPM Pendidikan melalui Posyandu, khususnya dalam mendorong stimulasi literasi, kebiasaan membaca, serta pola pengasuhan yang positif bagi anak sejak dini.
Semangat kebersamaan ini menjadi awal yang baik untuk menyambut pelaksanaan program di lapangan. Melalui kesiapan para kader, kebiasaan membaca dan pola pengasuhan yang positif diharapkan bisa bertahap tumbuh dari Posyandu hingga ke rumah.




