YGSI meluncurkan program “Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan” di Posyandu Teratai Biru, Mataram, untuk mendukung literasi anak dan pengasuh.
Mataram, 22 Oktober 2026 — Pelayanan rutin di Posyandu Teratai Biru, Lingkungan Turida Timur, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terasa berbeda dan lebih hidup pada Kamis (22/10). Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) dengan dukungan The Asia Foundation meresmikan peluncuran simbolis implementasi program “Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan”.
Program “Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan” dirancang untuk merespons berbagai tantangan pengasuhan yang dihadapi keluarga dengan anak usia dini, mulai dari keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas, belum terbentuknya kebiasaan membaca bersama di rumah, hingga minimnya ruang pendampingan bagi orang tua di tengah tekanan ekonomi dan kelelahan pengasuhan.
Berangkat dari kondisi tersebut, program ini berupaya memperkuat keterhubungan antara literasi anak sejak dini, pola pengasuhan positif, dan kesejahteraan keluarga melalui Posyandu. Pendekatan ini sejalan dengan arah transformasi Posyandu sebagai wadah partisipasi masyarakat yang kini memperluas perannya untuk mendukung pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan secara terpadu.

Kegiatan peluncuran simbolis di Posyandu Teratai Biru ini turut dihadiri oleh Ibu Dian Susilawati dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Bapak Zahrul Ain dari Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengamati langsung bagaimana aktivitas literasi dan edukasi pengasuhan dapat berjalan berdampingan secara harmonis dengan pelayanan kesehatan rutin Posyandu.
Inovasi Fasilitas Edukasi dan Literasi di Ruang Tunggu
Program Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan dirancang secara khusus untuk mendukung para pengasuh dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini sekaligus memberikan wawasan praktis seputar kesejahteraan keluarga. Di Posyandu Teratai Biru, program ini menghadirkan beberapa sarana pendukung utama:
- Pojok Baca dan Buku Bergambar: Menghadirkan sudut baca sederhana yang dilengkapi koleksi buku cerita anak menarik dari platform Let’s Read untuk menstimulasi minat baca anak. Kader Posyandu juga mengenalkan praktik membaca nyaring (read-aloud) sebagai salah satu cara bagi orang tua dan pengasuh untuk membacakan cerita bersama anak serta membangun kebiasaan membaca sejak dini.
- Lembar Belajar (Learning Sheet) Pengasuh: Media edukasi ringkas yang disediakan untuk orang tua/pengasuh. Terdapat dua tema utama yang dibahas, yakni literasi keuangan dasar (mengenai penyusunan skala prioritas kebutuhan dan kewaspadaan terhadap risiko finansial) serta self-care dan regulasi emosi (membantu pengasuh mengenali rasa lelah fisik/mental serta mengelola emosi saat mengasuh anak di rumah).
- Mainan Distraksi: Disediakan di area ruang tunggu untuk membantu mengalihkan perhatian anak-anak agar tidak merasa jenuh atau cemas saat menunggu pemeriksaan kesehatan.
Antusiasme Warga dan Dampak Positif Pada Alur Pelayanan
Selama kegiatan berlangsung, suasana Posyandu dipenuhi keceriaan. Anak-anak terlihat sangat antusias membolak-balik buku cerita bergambar yang penuh warna, sementara para orang tua dan pengasuh memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca serta mendiskusikan isi learning sheet bersama kader yang mendampingi. Respons sederhana namun hangat dari warga ini membuktikan bahwa waktu tunggu Posyandu memiliki potensi besar untuk diisi dengan kegiatan yang edukatif dan bernilai tambah bagi keluarga.
Selain meningkatkan kualitas interaksi, integrasi program ini juga membawa perubahan positif pada kelancaran alur pelayanan Posyandu secara keseluruhan. Kehadiran mainan distraksi dan buku bergambar terbukti efektif membantu anak-anak tetap tenang saat menunggu gilirannya. Hal ini cukup memudahkan para kader Posyandu dalam mengondisikan ruang tunggu sehingga tugas penimbangan, pengukuran, dan pencatatan kesehatan balita dapat berjalan lebih tertib dan lancar.
Keberlanjutan Program dan Komitmen Ke Depan
Pelaksanaan program Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan ini tidak berhenti di satu lokasi saja, melainkan akan diterapkan secara bertahap di 19 Posyandu pendamping lainnya yang tersebar di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, serta akan berjalan secara rutin selama lima bulan ke depan.
Inisiatif di Posyandu Teratai Biru ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik untuk belajar dan tumbuh bersama di tingkat komunitas. Melalui pendampingan yang konsisten dari para kader serta koordinasi yang terus terjalin bersama pihak pemerintah daerah setempat, upaya ini diharapkan dapat membantu orang tua mempraktikkan pengasuhan positif dan kebiasaan membaca di rumah secara bertahap.






