Menguatkan Literasi Keluarga dari Posyandu: Kick-Off & Lokakarya Program “Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan” di NTB

Bagikan Artikel ini

Mataram, 22–23 Juli 2026 — Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI), dengan dukungan The Asia Foundation melalui Let’s Read, resmi memulai tahap awal program “Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan”. Langkah awal ini ditandai dengan kegiatan Kick-Off dan Lokakarya Pemetaan Posyandu yang berlangsung selama dua hari di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mendukung Posyandu sebagai Ruang Belajar Interaktif Keluarga

Program “Let’s Read: Keluarga Siap Masa Depan” dirancang untuk mendukung penguatan peran Posyandu sebagai ruang interaksi yang dekat dengan anak, orang tua, dan pengasuh, sekaligus membuka peluang pembelajaran keluarga yang dapat diintegrasikan secara adaptif dengan kegiatan yang telah berjalan. Pendekatan ini juga sejalan dengan transformasi Posyandu yang memperluas perannya sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk bidang pendidikan dan kesehatan. 

Dalam konteks tersebut, program melihat adanya peluang untuk memperkuat keterhubungan antara literasi dini, pengasuhan, dan kesejahteraan keluarga melalui Posyandu. Memanfaatkan keunggulan buku cerita dari platform Let’s Read, program ini akan memperkenalkan praktik membaca nyaring (read-aloud) antara pengasuh dan anak. Kegiatan juga akan memuat wawasan praktis seputar self-care dan literasi keuangan sederhana untuk orang tua/pengasuh guna mendukung kesejahteraan keluarga.

Penyelarasan Aspirasi Daerah dan Pemetaan 20 Posyandu Potensial

Sesi Kick-Off pada hari pertama difokuskan untuk memperkenalkan gagasan program sekaligus menggali kebutuhan dan aspirasi di tingkat lokal. Dihadiri oleh jajaran Bappeda, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan dinas/instansi terkait lainnya dari tingkat Provinsi NTB, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Barat, forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan rencana pendampingan dengan prioritas pembangunan di tiap daerah. 

Diskusi ini menghasilkan beberapa masukan strategis. Bappeda NTB menyarankan penyelarasan lokasi sasaran dengan program unggulan NTB, Desa Berdaya. Di sisi lain, DPMD dan TP-PKK Provinsi menekankan pentingnya fleksibilitas program mengingat tingginya beban kerja kader dan keterbatasan fasilitas Posyandu. Menanggapi hal tersebut, YGSI berkomitmen menerapkan pendekatan adaptif, seperti menyediakan tas atau perangkat baca portabel bagi Posyandu yang belum memiliki bangunan fisik tetap.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada hari kedua melalui lokakarya teknis bersama jajaran Seksi Kesehatan Keluarga dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan, Perwakilan Tim Pembina Posyandu dan pimpinan Puskesmas Meninting (Lombok Barat), Puskesmas Cakranegara dan Puskesmas Karang Pule (Kota Mataram). Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data (evidence-based), para peserta melakukan verifikasi serta menilai kesiapan calon Posyandu pendamping di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Proses ini berhasil memetakan 20 Posyandu potensial berdasarkan beberapa aspek kunci, seperti keaktifan layanan, kesiapan kader, ketersediaan fasilitas, hingga komitmen dukungan dari pemerintah desa setempat. Di samping itu, pemetaan menggarisbawahi peran strategis kelembagaan Posyandu dan potensi sinergi dengan PAUD lokal. Ke depan, kolaborasi lintas sektor antara Tim Pembina Posyandu, pemerintah desa/kelurahan, Puskesmas, sektor pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.

Langkah Berikutnya

Menindaklanjuti hasil Kick-Off dan pemetaan Posyandu, YGSI akan melakukan studi baseline untuk memahami kebutuhan orang tua dan kader terkait membaca bersama anak, self-care, literasi keuangan, hingga operasional Posyandu. Kemudian, akan dikembangkan lembar belajar dan proses uji keterbacaan untuk memastikan materi pembelajaran siap diterapkan secara efektif di lapangan.

Hasil dari tahap-tahap ini akan menjadi dasar dalam merancang pelatihan bagi kader dan fasilitator lokal. Pembekalan akan disesuaikan dengan pembagian peran dan konteks masing-masing lokasi, sehingga kader dan aktor lokal yang terlibat dapat mendukung pelaksanaan kegiatan membaca nyaring dan pembelajaran keluarga secara praktis, kolaboratif, dan terintegrasi dengan kegiatan Posyandu yang telah berjalan.

Logo Yayasan Gemilang Sehat Indonesia - Full White

Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) merupakan lembaga non-profit atau NGO yang bekerja di Indonesia sejak 1997 untuk isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Kami percaya bahwa seksualitas dan kesehatan reproduksi manusia harus dilihat secara positif tanpa menghakimi dan bebas dari kekerasan.